Kamis, 29 Maret 2012
renungan pagi hari...
kala itu aku duduk di pelataran tempatku menambatkan impian...fikiranku tak henti - hentinya menelan sekian banyak impian yang berhasil menerobos masuk ke dalam fragmen jiwa, ya, ke risauanku berujung sendiri, dan tak ku temui jua pencerah penatnya sepi.
ku layangnkan tanyaku pada sahabat yang tak jauh disana, apa yang terjadi padaku hingga dilema ini sedemikian ganas menggerogoti akal sehatku. dia berujar, basuh semua lara dan galaumu duhai sahabat..basahi dengan air yang akan membasuh seua kesalahan yang tertera dalam rekaan jalan masa lalu. dan lalu kau hantarkan sebagian rejekimu de tangan - tangan lemah yang selalu menanti adanya keajaiban, yang selama ini hanya terduduk dan berpangku tangan serta terus menyalahkan kehidupan sebagai kambing hitamnya...
ku anggukkan kepalaku dan kuhentikan segala rasionalitas serta logika yang bercokol d otakku selama ini. aku ingin membersihkan diri...
selang tak jauh dari detik yang terus berputar...aku pun mluai memutar roda hidupku tuk segera mengantarku ke tatapan yang sejatinya terasa pedihnya hidup, kenyataan dan pilihan yang keliru..ku coba tuk hantarkan harap walaupun sejenak....tapi semua sosok yang ku cari dan ku nanti selalu saja tak ada. hanya sisa-sisa langkah yang seminggu ini tak terarah...
kuletakkan koin - koin itu di tangan lemah mereka. satu - persatu mulai menghadiahi ku dengan senyum dan ucapan terima kasih. lngkahku masih panjang, namun tak peduli sesama tertinggal ...saat kubagikan sisa anugerah y..hanya sebagian mereka yang kagum akan adanya realita.
semakin ku coba, seakan mereka semakin bersembunyi...hanya harapan kecil yang dapat kulontarkan pafda mereka. namun zaman tlah merubah cara berfikir...mereka butuh..harapan yang besar...
- AP _
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar