Rabu, 04 Juli 2012

Rinduku ayah

aku duduk di sebuah bangku reot di pinggir jalan, sore itu. sudah 3 jam aku termangu memikirkan banyak hal. memandang sekeliling dengan mata nanar, hela nafas dalam yang tak henti ku hembuskan lewat hidungku yang sudah mulai mampat oelh debu jalanan. terik matahari, masih terhalang oleh dedaunan yang setia menaungiku. terhibur oleh desah angin yang meniupiku mengajakku untuk tidur, bak putri yang tak sabar ingin membuat anak.

aku baru sadar kalau aku tak sendiri disana, sepasang tubuh tua renta tengah ikut membuang penat yang mereka juga rasakan, aku tartegun dan terkunci...kala tangan tua nenek itu mengusap wajah sang kakek yang tampak letih, sang kakek tersenyum pada kekasihnya itu, dan mulai membagi air minum di botol air mineral yang sudah rusak, membagi bungkus nasi yang aku yakin hanya berisi nasi dingin, mie goreng dan tahu. yang mereka beli di suatu tempat sana, dan mulai makan berdua, sebungkus kecil itu...mana cukup untuk mereka berdua? tapi mereka tetap saja menikmatinya, saling menyuapi..saling berbagi, tanpa keluhan.. lalu selesai makan, merekapun tertidur di bawah rindangnya pepohonan itu, gerobak tua menjadi sofa yang nyaman bagi mereka...aku hanya bisa terdiam..lagi lagi air mata ini mulai membanjiri pelupuk mata dan tak sabar tuk segera keluar, aku jadi rindu ayahku...yang jauh disana, ibu di kampung halaman sana..alhamdulillah yaa Allah..aku masih bisa menikmati lebih dari sekedar cukup walaupun aku pun masih saja sering tak mensyukuri nikmatMu. setulus itu cinta mereka, semurni itu hati mereka, betapa bahagianya mereka..sanggupkah aku untuk bisa seikhlas mereka?

Kamis, 29 Maret 2012

jakarta siang ini

Duduk manis di pinggir jalan, diantara lalu lintas jakarta yang cukup lengang. Tapi tetap menyengat hidung. Pekak suara knalpot melengkapi indahnya dentuman nada - nada meggy z yang berkumandang..seplastik krupuk jengkol dan teh botol...sebatang samsu..oh indahnya hari ini. Aheeeyyy...

hujan

melihat airmata angkasa yang berguguran dari langit, bagaiku melihat ibunda menangis karena anaknya nakal, seperti jakarta yang tengah lara dan dirundung tangisan ribuan rakyat yang seolah manja dan menangisi sesuatu yang menjerat mereka. Jangan berontak indonesiaku, janganlah kau nakal. Semua pedihmu, tangismu, kau yang buat sendiri saat sebagian mu tertawa riuh.

suatu saat di pagi ini


dear god, aku punya khayalan yang renta, dan kau tau berapa tua aku lewati setiap detik di setiap harinya. 

aku juga punya mimpi, mimpi akan adanya badai salju yang sejatinya kan mendinginkan setiap rongga lorong waktu, yang juga sudah kulewati, kau pun tau berapa lama aku menyusurinya, 

aku juga punya harapan, selalu saja kupanjatkan lewat tangga maya menuju hadapanMu, aku tak tau tibakah semua surat itu ke kotak pos Mu di surga sana, tapi kau pasti tau, kemana hilangnya semua itu.

aku punya hidup, yang tlah kau pinjamkan kepadaku lewat bundaku yang lah rela melepaskanku ke dunia, dan mendengar, melihat, meraba dan berbicara, semua itupun tentangMu, dan ku tau itu karena Mu, kau pasti juga tau semua itu...

dan aku punya misi..yang tlah kau embankan ke pundakku yang lemah ini,semua manusia berkata begitu..lewat tatap, lewat sentuhan, lewat ujian yang selama ini kau sampaikan padaku, dengan berbagai cara...

aku pun tau itu pahit,
aku pun tau itu sedih
aku pun tau itu menyakitkan...
sering kali...paling tidak, itu yang kualami..

tapi aku juga punya rasa, yang juga kau hadiahkan kepadaku, hingga aku bisa tau, apa bentuknya tawa, angkara dan duka..
hingga aku mampu tau, bahwa kau pun menyayangiku...dengan caraMu.

dan aku pun punya keinginan, bahkan kebutuhan, akan kasih sayang yang indah, yang sepertinya lebih suka kau sampaikan pada mereka - mereka yang ada diluar sana, diluar jendela mataku. hingga mereka pun lupa. bahwa aku ada, bahwa aku tak suka di hina, bahwa aku tak mau di dera, dan bahwa aku pun punya rasa yang sama, dan tak mampu menahan siksa selamanya. kau anugerahi keindahan pada kaum yang khilaf. lupa, dan pendosa. tapi...tetap saja kau sukai mereka, dan mulai melupakan bahwa kau pun punya aku..dan banyak aku - aku di luar sana. yang menanti, giliran tuk merasakan kebahagiaan yang sama.

dan aku pun punya cinta, sebuah anugrah yang kau percayakan padaku, untuk bisa merasakan sayang, untuk bisa merasakan rindu, untuk menyentuh, dan untuk berpadu...tapi lagi lagi kau lupakan aku..lupakan kami...dan selalu saja dan saja..kau curahkan keindahan pada orang - orang pendosa.. dan pengkhilaf...lalu untuk apa kami disini?

dan aku pun punya murka, sebiah hadiah yang kau pinjamkan pada kami sang penderita...untuk bisa merasa kesal, untuk bisa merasa amarah, untuk bisa meluapkan angkara...

dan aku pun sadar, aku bukan apa - apa, aku bukan siapa - siapa...dan murkaku tak sebanding dengan ke"maha"anMu...

dan aku pun hanya mampu tuk kembali bermimpi..mimpi indah sekali...tentang aku yang kau sayang, tentang aku yang kau cinta...tentang aku yang ke basuhi dengan indahMu..rinduMu..dan semua yang terbaik tentangMu...

Dear God..izinkan aku meminta...karna aku pun punya hak untuk merasa bahagia.

AP.

renungan pagi hari...


kala itu aku duduk di pelataran tempatku menambatkan impian...fikiranku tak henti - hentinya menelan sekian banyak impian yang berhasil menerobos masuk ke dalam fragmen jiwa, ya, ke risauanku berujung sendiri, dan tak ku temui jua pencerah penatnya sepi. 

ku layangnkan tanyaku pada sahabat yang tak jauh disana, apa yang terjadi padaku hingga dilema ini sedemikian ganas menggerogoti akal sehatku. dia berujar, basuh semua lara dan galaumu duhai sahabat..basahi dengan air yang akan membasuh seua kesalahan yang tertera dalam rekaan jalan masa lalu. dan lalu kau hantarkan sebagian rejekimu de tangan - tangan lemah yang selalu menanti adanya keajaiban, yang selama ini hanya terduduk dan berpangku tangan serta terus menyalahkan kehidupan sebagai kambing hitamnya...

ku anggukkan kepalaku dan kuhentikan segala rasionalitas serta logika yang bercokol d otakku selama ini. aku ingin membersihkan diri...

selang tak jauh dari detik yang terus berputar...aku pun mluai memutar roda hidupku tuk segera mengantarku ke tatapan yang sejatinya terasa pedihnya hidup, kenyataan dan pilihan yang keliru..ku coba tuk hantarkan harap walaupun sejenak....tapi semua sosok yang ku cari dan ku nanti selalu saja tak ada. hanya sisa-sisa langkah yang seminggu ini tak terarah...

kuletakkan koin - koin itu di tangan lemah mereka. satu - persatu mulai menghadiahi ku dengan senyum dan ucapan terima kasih. lngkahku masih panjang, namun tak peduli sesama tertinggal ...saat kubagikan sisa anugerah y..hanya sebagian mereka yang kagum akan adanya realita.

semakin ku coba, seakan mereka semakin bersembunyi...hanya harapan kecil yang dapat kulontarkan pafda mereka. namun zaman tlah merubah cara berfikir...mereka butuh..harapan yang besar...

- AP _

Kamis, 05 Januari 2012

2012

2012.

oh 2012...apakah yang akan berubah? rezekiku? imanku? fikiranku? jodohku? duniaku? atau apa yang ada di aku?

atau..

hanya sekedar merubah angka tanggalan di dinding, agenda, jam, handphone komputer dan umurku, serta semua yang terlihat dengan mata?

atau...

hanya sekedar menambah ribuan helai uban di kepalaku? dan membunuh sel sel kulit dan otakku? menambah ke pikunan ku?

atau....

hanya jadi sebuah ide untuk membuat film tentang kiamat? jadi sebuah tangga bagi para koruptor dan penipu - penip[u sejahtera yang semakin giat menggerus  jatah makan orang miskin? tapi malah di elu - elu kan oleh sebagian banyak orang yang dapat jatah tutup mulut?

atau.....

2012 adalah gerbang bencana alam yang terjadi disna dan disini?  penyakit aneh dan kehancuran moral sebuah bangsa?

atau......ahhh...
percuma aku bicara,
percuma aku berkoar..
percuma ngomongin politik
percuma ngomongin bangsa
percuma ngomongin orang miskin
percuma ngurusin orang lain..

toh mereka gak ada yang dengar
toh mereka gak ada yang perduli
toh mereka ngurus diri masing - masing
toh mereka juga gak mikirin gw..

hanya satu yang jelas di 2012 ini
aku semakin tua
dan aku masih saja kesepian....

by. Adi Prawira 2012