Waktu itu aku sedang enak-enaknya menikmati makan malam.. tanpa memikirkan apapun. Hanya memikirkan apa yang ada di depan mata dan yang akan kukunyah malam itu.
Sejenak saat lalu ada suara dering whatsappku berbunyi. Ternyata aku di invite kembali ke dalam group tempat sekolahku dulu. Ini adalah kali ke tiga aku diajak bergabung ke grup itu. Lalu aku mulai memantau pembicaraan. Dengan kawan2 sejawatku 23 tahun yll. Singkat cerita walaupun aku jarang aktif komen maupun posting. akupun membaca akan adanya rencana reuni sekolahku di dua bulan ke depan..aku masih berfikir. Akankah aku hadir? Haruskah? Perlukah? Atau aku hindari seperti undangan reuni beberapa tahun kebelakang sebelumnya.?
...well suka atau tidak. Sebenarnya dulu pun aku sangat ingin hadir dan bertemu teman2 lamaku. Tapi karena satu dan lain hal. Aku terpaksa tak hadir keacara itu. Karena aku diberi pilihan. Apakah aku atau dia yang hadir.
...well suka atau tidak. Sebenarnya dulu pun aku sangat ingin hadir dan bertemu teman2 lamaku. Tapi karena satu dan lain hal. Aku terpaksa tak hadir keacara itu. Karena aku diberi pilihan. Apakah aku atau dia yang hadir.
Dia? Siapa dia? Ya. Dia adalah kisah lamaku. Sebuah korban situasi cinta monyetku. Seharusnya malah jadi lucu. Tapi alih - alih. Segalanya malah menjadi rancu. Dan kaku. Hanya karna cemburu buta dari sang pemilik hati yang barunya. Padahal aku sendiri tak ambil pusing. Dia sudah sukses. Sayapun sudah beristri dan menjalin ceritanya masing2. Apalah arti sebuah kisah cinta monyet? Hahahah.. tapi ya sudahlah. Aku tak akan ceritakan ini. Karena akan menghabiskan berjam-jam waktu. Percumah.hanya buang-buang energi saja.
Beberapa teman yang masih tinggal di kota asal nanas inipun sangat mewanti-wanti akan kehadiranku..aku pun mengiyakan dan sangat bersemangat. Istriku pun mengijinkan pergi..
Cukup untuk membuat bahagia aku saat itu.
Cukup untuk membuat bahagia aku saat itu.
Lalu.. aku pun mulai rajin memantau grup ini hari demi hari. Karna semangatku untuk beetemu dan melihat seperti apakah teman-temanku jaman ingusanku dulu saat ini.
Waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat. Sampai akhirnya. Hari H pun tiba.
Waktu pun tak terasa berlalu begitu cepat. Sampai akhirnya. Hari H pun tiba.
Jengjeng....
Pagi pagi sekali aku bangun dari haribaanku. Pamit pada istri yang tak bisa ikut karena sedang mengandung..dan segera berangkat menjemput kawan-kawanku yang sebelumnya sudah berjanji untuk berangkat bersama. Pukul 6.30 kami pun sudah menapaki aspal hitam panjang 130km menuju ke tujuan. Kota subang.
Ternyata kami tiba terlalu pagi. Lalu kami memutuskan untuk menyantap soto ayam khas kota ini dan menerima berita bahwa jam acara di undur. Lalu kami beranjak menuju basecamp panitia acara. Dimana ternyata sudah ada bebebrapa kawan yang menunggu.. yaa allah.. sudah pada tua ternyata kami ini.. ada yang sudah sukses wirausaha. Ada yang pekerja kontraktor. Ada pedagang mobil. Dll..kami pun terlibat dalam bincangan hangat seputatan pekerjaan kami. Diselingi memory2 masa kecil kami.
Pukul 12 kala mentari sedang centil-centilnya menggoda ubun2 menguap. Kami menuju ke sekolah kami. Setelah memarkirkan si buluk di lapangan hotel tua yang sudah tak berpenghuni. Kami pun masuk menuju aula. Ada yang lucu terasa. Jantung ini terasa berdebar. Gugup dan sedikit malu. Tapi kumantapkan langkah memasuki areal sekolah yang ternyata sudah jaaaaaauuh berubah..
Ya. Di sekolah itu dulu banyak sejadah tercatat dan terkubur bersama kenangan masa unyu kami. Feel amazing..
Begitu menuju tangga. Kulihat ada bebrrapa bapak tua yang sedang bercengkrama dengan pria2 sebaya saya. Subhanallah.. ternyata itu pak guru killer. Dan pak guru bahasa inggris.. langsung saja ku sodorkan tanganku dan sungkem..kami pun kembali terlibatbdalam percakapan hangat. Sambil diselingi bebrnrapa kawan yang juga baru tiba disana.
Jujur..aku tak bisa mengingat nama 2 mereka semua. Tapi aku masih ingat wajahnya...mereka semua menyapa dan mencoba mengorek ingataknku tentang masa lalu. Tapi tak bisa. Sepertinya kecelakaan tahun 93 lalu itu benar2 menghapus banyak sekali memoryku.dan yang akunsalut. Mereka masih mengingatku dengan baik. Maaf ya kawans..
Aku mulai memngabadikan beberapa momen dengan hp ku. Dan sambil sesekali menyapa kawan kawan yang makin banyak dan makin bingung. Namun perlahan membuka ingatanku tentang mereka. Macam-macam manusia dengan macam profesi. Gaya dan tingkah polahnya. Dulu hitam sekaramg putih. Dan sebaliknya. Dulu gendut sekarang kekar. Sebaliknyapun saya. Jadi bulat tak terkendali.
Dulu ramah skrg jutek. Dulu jutek sekarang lembut. Dulu metal sekarang rohis. Dsb dsb.
Dulu ramah skrg jutek. Dulu jutek sekarang lembut. Dulu metal sekarang rohis. Dsb dsb.
Tak terlewat dari pandanganku bebenrapa wajah yang kini menjaga gengsi. Mungkin beban jabatan terlalu berat untuk dilepas. Tapi banyak dari mereka malah lebih lepas. Seperti anak kambing di lepas di pelataran. Ramai!!
Lalu suasana agak berubah saat si Dia muncul. Aku ingin menyapa. Just as a friend. Tapi aku juga masih mengingat perjanjian yang dia sampaikan melalui teman lain bahwa kami akan memberikan jarak. Dan tak ada interaksi dalam bentuk apapun. Mrnurut ku sih kekanakkan. Tapi masa bodoh lah. Toh dia sendiri yang akan menderita. Aku pum berusaha untuk membantu kawan kawan panitia dan lainnya untik mengnghabiskan makanan yang terpajang dimeja. Hehehehe..
Gila gilaan dengan kawan-kawan pun aku nikmati. Karena aku memang ingin menikmati moment berbahagia ini.
Waktu berlalu begitu cepat. Rangkaian acara demi acara berlalu begitu saja. Sampai akhirnya maghrib pun tiba. Semua saling berpamitan
Waktu berlalu begitu cepat. Rangkaian acara demi acara berlalu begitu saja. Sampai akhirnya maghrib pun tiba. Semua saling berpamitan
Beberapa kembali ke basecamp. Aku pun menyrmpatkan diri kembali ke rumah untuk menemui ibu. Dan malam hari kembali ke luar untuk berkaraoke bersama kawan2ku yang masih gagal move on. Sampai tengah malam tiba. Dan kami pun kembali ke rumah masing masing untuk istirahat.
Keesokan harinya kami pun kembali ke jakarta. Dan menyiapkan diri untuk kembali menantang ibu kota. Dan segala realitanya yang memuakkan.
Sekali lagi.. terima kasih teman..terima kasih atas segalanya..tak sabar untuk berjumpa dengan kalian lagi..miss u already..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar