aku duduk di sebuah bangku reot di pinggir jalan, sore itu. sudah 3 jam aku termangu memikirkan banyak hal. memandang sekeliling dengan mata nanar, hela nafas dalam yang tak henti ku hembuskan lewat hidungku yang sudah mulai mampat oelh debu jalanan. terik matahari, masih terhalang oleh dedaunan yang setia menaungiku. terhibur oleh desah angin yang meniupiku mengajakku untuk tidur, bak putri yang tak sabar ingin membuat anak.
aku baru sadar kalau aku tak sendiri disana, sepasang tubuh tua renta tengah ikut membuang penat yang mereka juga rasakan, aku tartegun dan terkunci...kala tangan tua nenek itu mengusap wajah sang kakek yang tampak letih, sang kakek tersenyum pada kekasihnya itu, dan mulai membagi air minum di botol air mineral yang sudah rusak, membagi bungkus nasi yang aku yakin hanya berisi nasi dingin, mie goreng dan tahu. yang mereka beli di suatu tempat sana, dan mulai makan berdua, sebungkus kecil itu...mana cukup untuk mereka berdua? tapi mereka tetap saja menikmatinya, saling menyuapi..saling berbagi, tanpa keluhan.. lalu selesai makan, merekapun tertidur di bawah rindangnya pepohonan itu, gerobak tua menjadi sofa yang nyaman bagi mereka...aku hanya bisa terdiam..lagi lagi air mata ini mulai membanjiri pelupuk mata dan tak sabar tuk segera keluar, aku jadi rindu ayahku...yang jauh disana, ibu di kampung halaman sana..alhamdulillah yaa Allah..aku masih bisa menikmati lebih dari sekedar cukup walaupun aku pun masih saja sering tak mensyukuri nikmatMu. setulus itu cinta mereka, semurni itu hati mereka, betapa bahagianya mereka..sanggupkah aku untuk bisa seikhlas mereka?